Beji, Depok(22/8). Festival Anak Sholih (FAS) yang digelar PC LDII Beji bersama Yayasan Al-Makmur Mandiri (AMM) menjadi sarana mendorong generasi muda untuk lebih giat belajar, Minggu (16/8). Kegiatan ini dikemas dalam berbagai perlombaan pemahaman agama dan wawasan kebangsaan bagi peserta usia dini hingga usia Mandiri.
Ketua Yayasan Al-Makmur Mandiri, Abdullah Ridho Riyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi untuk mendorong pembinaan karakter dan keilmuan warganya. “Kolaborasi Yayasan AMM dengan PC LDII Beji sudah terjalin cukup lama. Dalam kegiatan FAS ini, yayasan menyediakan fasilitas, sedangkan LDII menyelenggarakan acara secara teknis,” ujarnya.
Menurut Riyadi, berbagai perlombaan dalam FAS dirancang untuk membangun semangat belajar anak, bukan sekadar mengejar kemenangan. “Kegiatan FAS dirancang seperti perlombaan semata-mata sebagai sarana memicu semangat generasi muda, khususnya usia SD hingga SMA, untuk lebih intensif dalam belajar serta mempraktikkan 19 karakter luhur,” jelasnya.
Ketua PC LDII Beji, Saeful Andi, menjelaskan bahwa FAS juga menjadi sarana evaluasi pemahaman agama dan pembentukan karakter anak sejak dini. “Festival Anak Sholeh merupakan evaluasi kami terhadap pemahaman agama anak-anak tentang menjadi anak yang baik dan sebagainya,” ucapnya.
Ia menilai usia anak merupakan masa penting untuk memberikan pendidikan tentang adab, sopan santun, dan nilai-nilai kebaikan.Sementara itu, Pelaksana Kegiatan, Royan, mengatakan FAS Depok 1 2026 juga menjadi tahap penyeleksian peserta yang akan mengikuti perlombaan tingkat Kota Depok pada Oktober mendatang. Rangkaian kegiatan turut diramaikan dengan lomba kemerdekaan, fashion show bertema negeri dan pahlawan, serta lomba tumpeng yang melibatkan para ibu.
Antusiasme peserta dan warga sekitar untuk hadir menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan kegiatan di waktu persiapan kegiatan yang cukup padat. Ia menegaskan kegiatan ini menjadi wadah agar generasi penerus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap bangsa. “Kami berharap generus LDII ke depannya menjadi anak yang alim, fakih, mandiri, berakhlakul karimah, serta cinta tanah air dan bangsa,” tutupnya.
Melalui pelaksanaan FAS, perlombaan diharapkan menjadi pemantik agar peserta tidak hanya berprestasi dalam kegiatan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. (Listya/KIM)




