• Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

Kodam V/Brawijaya Bekali Santri Ponpes Al Ubaidah dengan Wawasan Kebangsaan

admin_1 by admin_1
November 16, 2025
in Berita Kegiatan, Lintas Daerah
0
Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto. (LINES)

Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto. (LINES)

Nganjuk, Jatim (15/11). Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (14/11). Kunjungan ini untuk memberikan wawasan kebangsaan kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Sekaligus menanamkan nilai toleransi di tengah keberagaman budaya dan latar belakang.

Dalam paparannya, Brigjen Singgih menekankan keberagaman merupakan salah satu kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama bukanlah pemicu perpecahan, melainkan modal penting untuk memperkuat persatuan.

“Kondisi keberagaman ini terlihat jelas pada anak muda dari berbagai pelosok Nusantara, yang datang dengan semangat yang sama, yaitu menuntut ilmu. Semangat ini merupakan bagian dari solusi terhadap krisis kebangsaan yang kita hadapi saat ini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keberagaman bukan hanya soal identitas, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Brigjen Singgih menekankan bahwa kualitas pendidikan akan optimal jika disertai kemampuan generasi muda untuk bersosialisasi, memahami perbedaan, dan membangun kerja sama. Dengan kemampuan beradaptasi yang baik, mereka tidak hanya akan sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi persatuan dan kemajuan bangsa.

“Moderasi beragama menjadi kunci utama. Kesadaran menjalankan ajaran agama secara mendalam dan menghargai ajaran agama lain akan membentuk santri yang toleran. Sikap toleran harus dibangun sejak dini agar para santri mampu beradaptasi di tengah keberagaman,” ujarnya.

Tak hanya itu, Brigjen Singgih memberikan pesan khusus agar para santri tetap istiqomah saat kembali ke masyarakat. “Istiqomah adalah hal yang paling berat. Konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai yang diperoleh di pesantren tidak selalu mudah. Namun, dengan mengingat petuah dan pesan dari para pengasuh, insyaallah santri bisa tetap istiqomah dan tidak terpengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai pesantren,” pungkasnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan peran pondok pesantren, dalam membentuk karakter santri agar mencintai tanah air dan memahami nilai-nilai Pancasila.

Ia menekankan pembentukan karakter santri tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teori, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi yang diajarkan, Pondok Pesantren Al Ubaidah mendorong santri untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan, “Baik melalui kegiatan sosial, pengabdian, maupun penerapan ilmu yang mereka pelajari. Para santri diharapkan mampu mengamalkan ilmu agama sekaligus ilmu sosial agar manfaatnya dirasakan secara langsung oleh lingkungan sekitar,” tutur Habib Ubaid.

Selain itu, Habib Ubaidillah menekankan pentingnya kesiapan santri di era digital, di mana informasi negatif dan hoaks mudah tersebar. Untuk itu, pesantren membekali santri agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

“Kami memberikan pembekalan dan nasihat, sekaligus mencontohkan berbagai fenomena yang muncul di media, baik yang positif maupun negatif. Tujuannya agar santri mampu meneladani hal-hal yang positif, menghindari hal negatif, dan memiliki kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.

Pembekalan dari Pangdam Brawijaya dianggap sebagai wujud sinergi penting antara institusi TNI dan pesantren. Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kewajiban formal, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan karakter santri.

“Pembekalan dari Kodam sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali. Ke depan, materi yang disampaikan perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini, agar santri memperoleh wawasan kebangsaan yang relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Dengan sinergi antara pesantren dan TNI, kami berharap para santri semakin siap menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, dan peduli terhadap bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur yang turut hadir pada acara tersebut menekankan pentingnya pembekalan wawasan kebangsaan bagi para santri. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang majemuk, di mana para santri kelak akan terjun ke masyarakat dan menghadapi perbedaan budaya, bahasa, bahkan agama.

“Untuk itu, pembekalan wawasan kebangsaan sangat diperlukan agar santri memiliki persepsi yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dakwah yang sejuk juga menjadi penting agar tidak terjadi gesekan satu sama lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun para santri datang dari berbagai latar belakang budaya, pondok pesantren menjadi tempat yang menyatukan mereka melalui pendidikan agama Islam. “Dari sisi bahasa maupun perilaku, mereka berbeda-beda. Namun dengan tinggal di pesantren, menerima ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Kemudian menyebarkannya kepada masyarakat, sehingga para santri harus belajar untuk menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar. Hal ini menjadi keniscayaan di Indonesia, di mana perbedaan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya. (KIM*)

Tags: LDIILDII Jatim
Previous Post

Pengamat Dorong LDII Jadi Jembatan Komunikasi Bangun Kepercayaan Indonesia Emas 2045

Next Post

Muswil IX LDII Jabar Perkuat Kolaborasi Menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045

Next Post
Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Khoirul Naim. (LINES)

Muswil IX LDII Jabar Perkuat Kolaborasi Menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • Polsek Sawangan Perkuat Sinergi dengan PAC LDII Pengasinan lewat Jaga Jakarta Plus Februari 19, 2026
  • DPP LDII Helat Rapimnas 2026 untuk Siapkan Munas Mendatang Februari 17, 2026
  • Tingkatkan Skill Public Speaking, LDII Depok Helat Workshop MC&Public Speaking bagi Generasi Mudanya Februari 17, 2026
  • Kunjungi LDII, Kapolsek Pancoran Mas Ajak Ormas Tekan Kenakalan Remaja Jelang Ramadan Februari 11, 2026
  • Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan Februari 10, 2026

Komentar

  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
  • Agus Subagyo pada LDII Cimanggis Gelar Seminar Pendidikan Paralegal, Dorong Akses Keadilan bagi Warga
  • LISTRI GANEFI pada Melalui Pasanggiri Persinas ASAD, Warga LDII Beji Turut Lestarikan Seni Tradisi
  • Edwin P pada Putaran Final Turnamen Mini Soccer PC LDII Sawangan Perkuat Persaudaraan Warga
  • Sularjo pada Ratusan Warga LDII Antusias Meriahkan HUT Kemerdekaan RI melalui Depok Funbike 2025

Tag

8 Bidang Pengabdian LDII Ace Hasan Ardhito Bappenas BNN BNPT Chairul Baihaqi Chriswanto Santoso Covid 19 Dahnil Anzar Simanjuntak DPD LDII Gresik Halal Bihalal Hari Santri Jawa Timur Kemenhaj Khofifah Indar Parawansa LDII LDII Bandung LDII Depok LDII Jabar LDII Jatim LDII Kaltara LDII Kediri LDII Tangsel Lemhannas LPOI Majelis Ulama Indonesia MPR RI MUI Bandung One Pesantren One Product Pengajian Akhir Tahun Ponpes Wali Barokah ppg ldii Prabowo Subianto Profesional Religius Rapat Kerja Said Aqil SAKO SPN Singgih Januratmoko singgih tri sulistiyono Supian Suri TNI UGM Wali Barokah Yudi Latif

Terkini

Polsek Sawangan Perkuat Sinergi dengan PAC LDII Pengasinan lewat Jaga Jakarta Plus

Februari 19, 2026

DPP LDII Helat Rapimnas 2026 untuk Siapkan Munas Mendatang

Februari 19, 2026

Tingkatkan Skill Public Speaking, LDII Depok Helat Workshop MC&Public Speaking bagi Generasi Mudanya

Februari 19, 2026

Komentar Terbaru

  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
  • Agus Subagyo pada LDII Cimanggis Gelar Seminar Pendidikan Paralegal, Dorong Akses Keadilan bagi Warga
  • LISTRI GANEFI pada Melalui Pasanggiri Persinas ASAD, Warga LDII Beji Turut Lestarikan Seni Tradisi
  • Edwin P pada Putaran Final Turnamen Mini Soccer PC LDII Sawangan Perkuat Persaudaraan Warga
  • Sularjo pada Ratusan Warga LDII Antusias Meriahkan HUT Kemerdekaan RI melalui Depok Funbike 2025
LDII DEPOK

Website Resmi LDII Depok.
Hubungi kami untuk pertanyaan.

0857.1568.6600

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.