• Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

Menjadi Pemateri pada Sekolah Virtual Kebangsaan LDII, Gubernur Lemhannas Minta Generasi Muda Pahami Hal Ini

admin_1 by admin_1
Agustus 24, 2025
in Berita Kegiatan, Berita Nasional, Sosok
0
Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily. (LINES)

Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily. (LINES)

Jakarta (24/8). DPP LDII menyelenggarakan Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) di Grand Ball Room Minhajurosyidin, Jakarta, pada Sabtu (23/8/2025). Acara ini menghadirkan Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily, yang memaparkan materi bertema “Media Siber dan Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Geopolitik Global.”

Dalam paparannya, Ace menjelaskan perkembangan geopolitik global saat ini mengalami pergeseran dari tatanan unipolar menuju multipolar. Persaingan utama terjadi antara Amerika Serikat-Uni Eropa berhadapan dengan kekuatan China dan Rusia. Rivalitas ini memicu konflik Rusia-Ukraina, Palestina-Israel, serta ketegangan di kawasan Indo-Pasifik dan Timur Tengah.

Di bidang geoekonomi, Ace menyoroti kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang memicu kenaikan tarif dan inflasi global, serta ketidakstabilan pasar. Sementara itu, China melalui program Belt and Road Initiative (BRI) telah menghubungkan 149 pelabuhan dunia dengan nilai investasi mencapai USD 1 triliun, yang mempercepat pertumbuhan sejumlah negara berkembang.

Ia menjelaskan situasi geopolitik global saat ini penuh ketidakpastian, terutama setelah terpilihnya kembali Presiden Trump di Amerika. Kebijakan “America Great Again” membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus menghadapi rivalitas ekonomi dan politik global. Hal ini berimbas pada perdagangan internasional, rantai pasok, hingga ketahanan energi dan pangan.

Ace juga menyoroti kebangkitan Tiongkok dengan Belt and Road Initiative yang menguasai pasar global, konflik Rusia–Ukraina yang mengganggu pangan dan energi, serta konflik Israel–Palestina yang belum berakhir. Semua itu memperlihatkan bahwa rivalitas global bukan hanya soal militer, tetapi juga soal ekonomi, teknologi, dan opini publik global yang kini banyak dipengaruhi media sosial dan algoritma digital.

Menurutnya, Indonesia sangat beruntung karena kaya sumberdaya alam dan memiliki bonus demografi. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut agar mandiri, tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan, energi, dan industri nasional.

Ketahanan nasional, kata Ace, bukan sekadar soal militer, tetapi mencakup delapan aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, demografi, geografi, kekayaan alam, dan pertahanan. Ia mengingatkan agar Pancasila terus diperkuat, politik dijalankan dengan bersih, ekonomi dikembangkan secara mandiri, serta masyarakat diberi literasi digital untuk menangkal disinformasi.

Ace juga memaparkan berbagai konflik regional yang memberi dampak signifikan pada stabilitas global. Konflik Rusia-Ukraina telah mengganggu rantai pasok dunia, sementara konflik Israel-Palestina masih menyisakan masalah relokasi warga Gaza dan kekerasan di Tepi Barat. Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan Indonesia siap mengakui Israel apabila Palestina terlebih dahulu diakui oleh Israel. Selain itu, ketegangan Iran-Israel turut memicu lonjakan harga minyak dunia dan risiko inflasi global.

Menurut Ace, dunia saat ini bergerak menuju tatanan global baru atau policentric world order, di mana tidak ada lagi satu hegemoni tunggal yang mendominasi. Faktor-faktor seperti hard power, soft power, opini publik digital, algoritma media sosial, budaya populer, hingga peran institusi pendidikan menjadi penentu utama dinamika global.

Ace menekankan Indonesia memiliki keunggulan strategis dengan kekayaan biodiversitas, hutan tropis terbesar ke-8 di dunia, sumber daya alam melimpah, dan keragaman budaya. Letak geografis Indonesia yang berada pada titik persilangan ekonomi dunia semakin memperkuat posisi penting bangsa ini. Karena itu, generasi muda perlu memiliki geo-consciousness, yaitu kesadaran geopolitik untuk menjaga kedaulatan negara.

Ia juga menegaskan ketahanan nasional harus dipahami sebagai kondisi dinamis bangsa dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Dimensi ketahanan nasional mencakup ideologi, politik, ekonomi, hankam, sosial budaya, geografi, dan demografi. “Membangun ketahanan nasional merupakan proyek besar bangsa yang harus melibatkan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Ace menambahkan, terdapat sejumlah tantangan utama yang dihadapi bangsa saat ini, seperti rivalitas Indo-Pasifik, ancaman siber dan disinformasi global, krisis pangan, energi, dan iklim, serta gerakan separatisme dan terorisme transnasional. Di era digital yang serba tanpa batas, konsumsi informasi yang tidak terkurasi juga dapat menggerus rasa nasionalisme.

Ia juga menegaskan perlunya optimisme. Indonesia harus yakin bisa menjadi negara besar jika mampu memanfaatkan bonus demografi, kekayaan alam, serta menjaga persatuan. Ketahanan nasional adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah dan TNI-Polri, tetapi juga masyarakat sipil termasuk LDII.

Dalam konteks ini, ia menilai ormas Islam seperti LDII memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Di antaranya dengan meningkatkan literasi digital masyarakat, menjaga keamanan siber, memperkuat nilai kebangsaan, menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menyebarkan optimisme untuk kemajuan bangsa.

“Ketahanan nasional adalah tanggung jawab bersama. Infiltrasi ideologi transnasional harus diwaspadai. Keberagaman kita adalah kekayaan yang harus dijaga agar Indonesia siap menyongsong masa depan yang berdaulat, maju, dan cerah,” pungkas Ace. (KIM*)

Tags: Ace HasanLDII
Previous Post

Dahnil Anzar Simanjuntak Bicarakan Ini dalam Sekolah Virtual Kebangsaan LDII

Next Post

Ketua Umum DPP LDII: Kebangsaan di Era Digital Harus Jadi Prioritas Utama

Next Post
Ketum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. (LINES)

Ketua Umum DPP LDII: Kebangsaan di Era Digital Harus Jadi Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • LDII Pancoran Mas Silaturahmi ke MUI, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Maret 20, 2026
  • LDII Limo Menebar Kebaikan Ramadan dengan Santunan Maret 16, 2026
  • LDII Depok dan Warga Cilodong Perkuat Silaturahmi Lewat Program Sembako Ramadan Maret 15, 2026
  • Melalui MARAPDHON, Generus LDII Sukmajaya Wujudkan Semangat “One Team, One Stream” Maret 10, 2026
  • Wujud Kepedulian kepada Masyarakat, LDII Pancoran Mas Berbagi Takjil Barokah Maret 9, 2026

Komentar

  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
  • Agus Subagyo pada LDII Cimanggis Gelar Seminar Pendidikan Paralegal, Dorong Akses Keadilan bagi Warga
  • LISTRI GANEFI pada Melalui Pasanggiri Persinas ASAD, Warga LDII Beji Turut Lestarikan Seni Tradisi
  • Edwin P pada Putaran Final Turnamen Mini Soccer PC LDII Sawangan Perkuat Persaudaraan Warga

Tag

8 Bidang Pengabdian LDII Ace Hasan Ardhito Bappenas BNN BNPT Chairul Baihaqi Chriswanto Santoso Covid 19 Dahnil Anzar Simanjuntak DPD LDII Gresik Halal Bihalal Hari Santri Jawa Timur Kemenhaj Khofifah Indar Parawansa LDII LDII Bandung LDII Depok LDII Jabar LDII Jatim LDII Kaltara LDII Kediri LDII Tangsel Lemhannas LPOI Majelis Ulama Indonesia MPR RI MUI Bandung One Pesantren One Product Pengajian Akhir Tahun Ponpes Wali Barokah ppg ldii Prabowo Subianto Profesional Religius Rapat Kerja Said Aqil SAKO SPN Singgih Januratmoko singgih tri sulistiyono Supian Suri TNI UGM Wali Barokah Yudi Latif

Terkini

LDII Pancoran Mas Silaturahmi ke MUI, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi

Maret 20, 2026

LDII Limo Menebar Kebaikan Ramadan dengan Santunan

Maret 16, 2026

LDII Depok dan Warga Cilodong Perkuat Silaturahmi Lewat Program Sembako Ramadan

Maret 15, 2026

Komentar Terbaru

  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
  • Agus Subagyo pada LDII Cimanggis Gelar Seminar Pendidikan Paralegal, Dorong Akses Keadilan bagi Warga
  • LISTRI GANEFI pada Melalui Pasanggiri Persinas ASAD, Warga LDII Beji Turut Lestarikan Seni Tradisi
  • Edwin P pada Putaran Final Turnamen Mini Soccer PC LDII Sawangan Perkuat Persaudaraan Warga
LDII DEPOK

Website Resmi LDII Depok.
Hubungi kami untuk pertanyaan.

0857.1568.6600

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.