• Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Headlines

DPP LDII: Ingatkan Medsos Jadi Tantangan Pemuda untuk Perkuat Persatuan

admin_1 by admin_1
Oktober 28, 2026
in Headlines, Nasional
0
Ketua DPP LDII Ibnu Anwarudin. (LINES)

Ketua DPP LDII Ibnu Anwarudin. (LINES)

Jakarta (28/10). Menyambut Hari Sumpah Pemuda, DPP LDII mendorong generasi muda memperkuat karakter, kompetensi, dan kemandirian ekonomi untuk menghadapi tantangan zaman. Ketua DPP LDII Ibnu Anwarudin mengatakan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya persatuan, toleransi, dan kontribusi pemuda bagi pembangunan bangsa.

Ibnu menyebut nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah disrupsi teknologi, arus informasi digital, dan polarisasi sosial. Menurut dia, pemuda perlu membangun fondasi keagamaan, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan agar mampu bergaul lintas kelompok tanpa kehilangan prinsip hidup.

“Pemuda jangan hanya bangga menjadi bagian dari kelompoknya sendiri. Mereka merupakan bagian dari solusi bangsa, mampu mengelola perbedaan, dan bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujar Ibnu.

Ia menjelaskan, kaderisasi pemuda LDII tidak cukup berfokus pada pembinaan internal organisasi. Generasi muda juga perlu memiliki ilmu agama, karakter luhur, keterampilan, kepemimpinan, serta kemandirian ekonomi agar mampu berkiprah di berbagai bidang.

Menurut Ibnu, keberhasilan pembinaan pemuda tidak hanya diukur dari keaktifan berorganisasi. Kader juga perlu menghasilkan karya, mengembangkan kompetensi, dan mengambil peran dalam pendidikan, teknologi, kewirausahaan, ekonomi, hingga pelayanan publik. “Organisasi menjadi ruang belajar dan membangun jejaring. Namun, pemuda tetap harus mengembangkan kemampuan diri, menjaga integritas, dan menunjukkan kontribusi melalui karya serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Dalam pembinaan karakter, LDII menanamkan enam tabiat luhur, yaitu rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dan kerja keras. Ibnu menyebut nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di lingkungan masyarakat dan ruang digital.

Koordinator Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPP LDII ini juga mendorong pemuda bersikap kritis, rasional, dan bertanggung jawab sebagai warga negara. Mereka perlu menghormati hukum, memahami persoalan publik, serta menyampaikan pendapat secara santun tanpa merendahkan orang lain.

Perkuat Persatuan di Tengah Ancaman dari Media Sosial
Arus informasi yang cepat menjadi tantangan lain bagi generasi muda. Ibnu mengingatkan pentingnya tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkan berita, terutama saat menghadapi isu sensitif yang berpotensi memicu konflik. “Pemuda harus cerdas menggunakan teknologi sekaligus menjaga etika. Perbedaan pendapat tidak harus berujung pada penghinaan atau permusuhan. Periksa informasi sebelum membagikannya dan jangan mudah terprovokasi oleh konten yang memecah belah,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan pemahaman agama perlu berjalan bersama kedewasaan berpikir dan pembinaan karakter. Ketiganya menjadi bekal untuk mencegah penyebaran hoaks, intoleransi, dan paham radikal.

Ibnu juga mengajak generasi muda menghormati hak orang lain tanpa harus meninggalkan keyakinan masing-masing. Sikap tersebut perlu diterapkan dalam pergaulan sehari-hari maupun interaksi di media sosial.

Selain karakter dan literasi digital, Ibnu menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi. Pemuda perlu membekali diri dengan keterampilan, literasi digital, kemampuan beradaptasi, dan keberanian membangun usaha.

Ia mengatakan bekerja sebagai karyawan merupakan pilihan yang terhormat. Namun, kemampuan menciptakan usaha dan membuka lapangan kerja juga dapat memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Pemuda perlu belajar membaca peluang, mengembangkan keterampilan, dan membangun usaha dengan integritas. Jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi pelajari juga cara menciptakan peluang kerja bagi orang lain,” kata Ibnu.

Ibnu menambahkan, pembinaan organisasi dapat membantu pemuda mengembangkan kemampuan dan jejaring. Meski demikian, keberhasilan tetap memerlukan kompetensi, disiplin, kerja keras, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekonomi.

Ibnu menegaskan pemuda LDII perlu mengambil bagian dalam berbagai ruang pengabdian, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, kemasyarakatan, hingga pemerintahan. Keterlibatan tersebut tidak harus dimulai dari jabatan besar, tetapi dapat tumbuh melalui kedisiplinan, keteladanan, dan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan terdekat. “Kami mendorong kader muda membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Pemuda juga perlu berani mengambil tanggung jawab, mengembangkan gagasan, dan terlibat dalam penyelesaian persoalan bersama. Jangan hanya menuntut apa yang diberikan bangsa kepada kita. Tunjukkan pula kontribusi yang bisa kita berikan untuk bangsa. Pengabdian dapat dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, lalu berkembang ke ruang publik yang lebih luas,” tegasnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, LDII mendorong pola pembinaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan generasi muda. Pendekatan pembinaan tidak cukup hanya berupa instruksi, tetapi perlu memberi ruang dialog, kreativitas, pengalaman memimpin, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan.

Ibnu menilai kolaborasi antara generasi senior dan junior juga penting. Pengalaman para senior dapat berpadu dengan gagasan dan kemampuan adaptasi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman. “Metode pembinaan bisa berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Namun, fondasinya tetap karakter luhur, nilai agama, dan tujuan membentuk manusia yang bermanfaat. Pemuda perlu dipercaya untuk berkreasi, belajar mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas tugasnya,” pungkasnya. (KIM*)

Tags: LDII
Previous Post

Persinas ASAD Kota Depok Gelar Lomba Pencak Silat, Bina 300 Generasi Penerus LDII Depok Berkarakter Luhur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • DPP LDII: Ingatkan Medsos Jadi Tantangan Pemuda untuk Perkuat Persatuan Oktober 28, 2026
  • Persinas ASAD Kota Depok Gelar Lomba Pencak Silat, Bina 300 Generasi Penerus LDII Depok Berkarakter Luhur Oktober 25, 2026
  • LDII Perkuat Mutu Pesantren, Literasi Digital, dan Kemandirian Ekonomi Santri Oktober 23, 2026
  • DPP LDII: Hari Santri 2026 Jadi Pijakan Membangun Generasi Masa Depan Oktober 23, 2026
  • Epidemiolog: Paparan Kabut Asap Karhutla Berisiko Ganggu Paru hingga Jantung Oktober 21, 2026

Komentar

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok

Tag

Ace Hasan Ardhito Bappenas BNN BNPT Chairul Baihaqi Chriswanto Santoso Covid 19 Dahnil Anzar Simanjuntak Dody Taufiq Wijaya DPD LDII Gresik Halal Bihalal Hari Santri Jawa Timur Kemenhaj Khofifah Indar Parawansa LDII LDII Bandung LDII Depok LDII Jabar LDII Jatim LDII Kaltara LDII Kediri LDII Tangsel Lemhannas LPOI Majelis Ulama Indonesia MPR RI MUI Bandung One Pesantren One Product Pengajian Akhir Tahun Ponpes Wali Barokah ppg ldii Prabowo Subianto Profesional Religius Rapat Kerja Said Aqil SAKO SPN Singgih Januratmoko singgih tri sulistiyono Supian Suri TNI UGM Wali Barokah Yudi Latif

Terkini

Ketua DPP LDII Ibnu Anwarudin. (LINES)

DPP LDII: Ingatkan Medsos Jadi Tantangan Pemuda untuk Perkuat Persatuan

Oktober 28, 2026

Persinas ASAD Kota Depok Gelar Lomba Pencak Silat, Bina 300 Generasi Penerus LDII Depok Berkarakter Luhur

Oktober 25, 2026
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya. (LINES)

LDII Perkuat Mutu Pesantren, Literasi Digital, dan Kemandirian Ekonomi Santri

Oktober 28, 2026

Komentar Terbaru

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
LDII DEPOK

Website Resmi LDII Depok.
Hubungi kami untuk pertanyaan.

0857.1568.6600

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.