Depok (25/10). Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kota Depok menggelar lomba pencak silat tingkat kota yang digelar pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2026. Perlombaan ini diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh cabang dan ranting di Kota Depok. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membina generasi penerus (generus) agar memiliki kemampuan bela diri, berkarakter luhur, mandiri, serta mampu meraih prestasi di bidang olahraga.
Ketua Persinas ASAD Kota Depok, Rusmani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan para pesilat, tetapi juga melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
“Tujuannya adalah membina generasi muda supaya menjadi pesilat yang tangguh dan mampu mengembangkan diri. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Rusmani berharap, melalui kegiatan tersebut, para generasi penerus LDII Kota Depok dapat mengembangkan potensi dan kemampuan atletiknya sehingga berkesempatan meraih prestasi serta membawa nama baik Kota Depok, khususnya Persinas ASAD.
Dalam sambutannya, perwakilan DPD LDII Kota Depok, Budi, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan generasi penerus LDII Kota Depok dalam menerapkan 29 karakter luhur. Pembinaan melalui pencak silat diharapkan tidak hanya membentuk generasi yang tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan kemandirian.

Dukungan terhadap pembinaan pesilat muda juga disampaikan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Depok, Tri Sakti Anggoro. Ia mengapresiasi konsistensi dan komitmen Persinas ASAD dalam mencetak bibit-bibit atlet berprestasi.
“Antusiasmenya luar biasa. Tentunya kami dari IPSI Kota Depok sangat bangga terhadap Persinas ASAD yang selalu konsisten dan berkomitmen dalam mencetak bibit-bibit prestasi yang unggul,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi wadah bagi para pesilat muda untuk mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Tri Sakti menjelaskan bahwa IPSI Kota Depok berupaya mendukung pengembangan prestasi para pesilat melalui advokasi sertifikat kejuaraan internal agar dapat membantu proses penjenjangan pendidikan, baik di tingkat perguruan maupun IPSI Kota Depok.
Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi dan memperoleh sertifikat prestasi dapat menjadi salah satu dukungan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Dalam sambutannya, Tri Sakti juga menyampaikan bahwa salah satu atlet Persinas ASAD, Muhammad Gabriel dari ranting Depok Timur, akan menjadi perwakilan Kota Depok dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ia berharap ke depan akan muncul generasi penerus yang mampu melanjutkan kiprah Gabriel dan berkompetisi di ajang yang lebih tinggi.
“Saya berharap generasi muda yang ada di sini menjadi atlet yang sukses dan dapat mengharumkan nama Kota Depok,” pesannya kepada para peserta.
Kejuaraan ini turut melibatkan sekitar 60 panitia yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Para peserta berasal dari berbagai ranting Persinas ASAD di Kota Depok, sehingga kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pesilat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempererat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, Persinas ASAD Kota Depok berharap pembinaan pencak silat dapat terus berkelanjutan, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta menanamkan karakter luhur kepada generasi muda LDII Kota Depok. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa dan membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.



