Bogor (23/7) – Ratusan generasi muda LDII Kota Depok mengikuti kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026 di Villa Ayam Jago, Megamendung, Bogor, pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) Nasional yang serentak dilaksanakan setelah kegiatan utama di Wonosalam, Jombang, yang menghadirkan pendekatan baru melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda.



Ketua Pelaksana CAI 2026, Aziz Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing. “Concern utama kami adalah membangun generasi bangsa yang berdaya saing dan unggul, serta memiliki 29 karakter luhur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan metode FGD menjadi salah satu pembaruan pada CAI tahun ini. “Melalui FGD, kami mengarahkan peserta agar lebih terbuka dan berani mengemukakan pendapat mengenai berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka. Harapannya, peserta tidak hanya menerima atau menghafal materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Aziz.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPD LDII Kota Depok sekaligus pemateri, H. Sony Pawoko, menyampaikan bahwa materi CAI tahun ini difokuskan pada penguatan karakter generasi muda. “Ada tiga hal yang kami tekankan, yaitu memperkuat daya juang generus agar mendapatkan pertolongan Allah, menerapkan 29 karakter luhur dalam teori maupun praktik, serta membentengi generasi muda dari pelanggaran dan kemaksiatan,” tuturnya.
Menurut Sony, metode FGD dipilih agar peserta tidak hanya menjadi pendengar selama kegiatan berlangsung. “Kami ingin peserta menjadi subjek pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi orang yang dibicarakan, tetapi juga ikut membahas persoalan yang ada di lingkungan mereka dan mencari solusinya bersama,” tambahnya.



Melalui pendekatan tersebut, CAI 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berpikir kritis, serta mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (KIM)



