• Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Opini

Dua Sisi Manusia Sebagai Pemimpin

dpp_admin by dpp_admin
September 20, 2020
in Opini, Utama
0

oleh: Anton Kuswoyo, S.Si., M.T.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi, Politeknik Negeri Tanah Laut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut.

Manusia, selalu punya sisi baik dan sisi buruk. Di balik kelebihan selalu ada kekurangan, demikian juga di setiap kekurangan senantiasa terselip kelebihan. Sudah selayaknya para pemimpin negeri ini bisa menjadi pemimpin yang mampu memenuhi harapan rakyat banyak. Karena bagaimanapun juga rakyatlah yang telah memilihnya menjadi seorang pemimpin.

Kita dapat mengambil dua hikmah dari perseteruan DPRD DKI Jakarta vs Ahok. Pertama, sepandai-pandainya menyimpan kecurangan, pasti suatu saat akan ketahuan. Kebenaran tidak bisa dikalahkan oleh apa pun. Ia bisa ditekan namun suatu saat pasti kebeneran akan muncul ke permukaan. Kebiasaan penggelembungan anggaran mulai terkuak. Inilah yang selama ini sangat merugikan rakyat.

Kedua, sangat penting untuk menerapkan etika komunikasi dan kesopanan dalam segala hal. Kebenaran yang disampaikan dengan tanpa etika sopan santun, sering berakhir menjadi bumerang yang mencelakakan diri sendiri. Sebagai pemimpin tentu sudah selayaknya menggunakan etika berkomunikasi yang tepat dan santun.

Warga Jakarta pernah disuguhkan tontonan perseteruan DPRD DKI Jakarta versus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sang gubernur saat itu. Berbagai media baik cetak, elektronik maupun dunia maya ramai menayangkan berita tersebut. Perseteruan Dewan vs gubernur ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun puncaknya adalah saat DPRD DKI melayangkan hak angket terhadap Ahok.

Berdasarkan Pasal 322 ayat 3 UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD juncto Pasal 106 ayat 3 UU 23/2014 tentang Pemda, disebutkan bahwa hak angket merupakan hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan pemerintah yang penting dan strategis dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat yang diduga bertentangan dengan peraturan UU.

Penggunaan hak angket oleh DPRD ini terjadi karena menurut DPRD, Ahok dianggap melakukan pelanggaran berat, yakni menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI 2015 kepada Menteri Dalam Negeri tanpa persetujuan DPRD. Dengan adanya hak angket, maka Ahok rawan menjadi tersangka jika bukti-buktinya ditemukan. Jika sudah menjadi tersangka, maka kemungkinan terburuknya adalah pemakzulan terhadap Ahok sebagai gubernur DKI.

Namun lain halnya dengan pengakuan Ahok, bahwa RAPBD DKI 2015 yang ia serahkan kepada Menteri Dalam Negeri adalah sudah melalui persetujuan DPRD berdasarkan hasil rapat. Adapun jika DPRD mengaku punya RAPBD sendiri, itu hasil rekayasa DPRD yang di dalamnya terdapat anggaran ‘siluman’ yang semestinya tidak layak untuk dianggarkan dalam RAPBD 2015. Tidak tanggung-tanggung, dana siluman RAPBD versi DPRD sebesar Rp 12,1 triliun.

Dari permasalahan tersebut, maka titik simpulnya adalah tidak adanya kesepahaman antara DPRD sebagai legislatif dan Ahok sebagai eksekutif dalam hal penyusunan RAPBD. Ada selisih dana Rp 12,1 triliun. Ahok yang dikenal jujur dan bersih, tidak menghendaki dana siluman Rp 12,1 triliun tersebut masuk dalam RAPBD. Di sinilah diduga adanya indikasi permainan anggaran oleh DPRD DKI.

Misalnya saja, kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) atau alat penyimpan daya listrik 2014 lalu, dinilai terjadi penggelembungan pada APBD 2014. Dalam APBD disebutkan harga UPS sebesar Rp 5,8 miliar per unit, padahal menurut informasi harga UPS tersebut hanya Rp 100 juta. Betapa besar penggelembungan dana tersebut. Konon penggadaan UPS tersebut juga masuk RAPBD 2015 yang besarnya mencapai Rp 12,1 triliun. Inilah sesungguhnya yang tidak dikehendaki Ahok. Akhirnya Ahok pun mengajukan sendiri RAPBD ke Menteri Dalam Negeri yang tidak mencantumkan dana Rp 12,1 triliun tersebut.

Berbeda dengan pengakuan DPRD, menurutnya Ahok sangat arogan dalam berkomunikasi dan bertindak. Termasuk dengan caranya mengajukan sendiri RAPBD tanpa sepengetahuan DPRD. Tindakan Ahok tersebut jelas mengusik keberadaan dana siluman yang sudah dirancang oleh DPRD. Belum lagi cara komunikasi Ahok yang dinilai ceplas ceplos dan kasar. Mungkin bagi sebagian orang sangat menyakitkan hati.

Sosok Ahok yang berani, jujur dan bersih patut diapresiasi. Di zaman sekarang ini, sangat susah menemukan pejabat negara yang jujur dan bersih. Tanpa basa-basi dalam bekerja. Baginya jabatan adalah amanah rakyat yang harus dilaksanakan demi kepentingan rakyat. Yang ada dalam pikirannya adalah bekerja untuk rakyat secara bersih dan profesional. Keberanian Ahok membongkar dana siluman RAPBD juga patut diacungi jempol. Mungkin hanya sedikit eksekutif yang berani memberontak melawan legislatif demi menegakkan kebenaran. Konon Ahok juga pernah akan disuap agar mau menyetujui dana Rp 12,1 triliun masuk RAPBD. Namun, dengan tegas Ahok menolak kongkalikong dengan DPRD.

Dalam banyak kasus kepala daerah yang terkena kasus korupsi hingga masuk bui, mengindikasikan bahwa budaya korupsi di kalangan pejabat masih sangat tinggi. Kadang pejabat yang awalnya bersih pun akhirnya terseret dalam lembah korupsi karena ia masuk ke sistem yang sudah puluhan tahun membudayakan korupsi berjamaah. Berbeda dengan Ahok, justru ia berusaha membubarkan budaya korupsi yang sudah mengakar puluhan tahun di DKI Jakarta. Ia adalah sosok yang tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan. Ia justru berusaha mengubah lingkungan menjadi bersih dari korupsi.

Namun kejujuran dan ketegasan Ahok cukup disayangkan, karena tidak diiringi dengan sikap yang santun. Gaya bicara ceplas ceplos dan tindakan kasar bisa jadi menjadikan ia tidak disukai oleh orang-orang yang berinteraksi secara langsung dengannya. Dilihat dari sepak terjangnya selama ini, Ahok adalah sosok yang mengutamakan kerja, namun mengabaikan sikap. Ibaratnya seperti mesin yang hanya bekerja tanpa mengenal perasaan. Padahal, kita tahu bahwa bangsa Indonesia dikenal sejak dulu sebagai bangsa yang menjunjung tinggi etika dan sopan santun.

Sebagai bangsa timur, semestinya para pemimpin juga menjunjung tinggi etika sopan santun tersebut. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa kesopanan tanpa diiringi kejujuran adalah bagai serigala berbulu domba yang justru berbahaya. Sekali lagi, kita sebagai bangsa timur sudah sepatutnya menerapkan etika sopan santun lebih-lebih dalam memimpin. Semoga kita mempunyai pemimpin dan pejabat yang benar, profesional dan santun. (*)

*Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Hikmah Perseteruan DPRD DKI vs Ahok, pada Jumat, 6 Maret 2015.

Next Post

Hikmah Dibalik Corona

Next Post

Hikmah Dibalik Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • Kemenko PMK Apresiasi Dukungan LDII dalam Upaya One Health and Planetary Health Mei 6, 2026
  • Kunjungan Edukatif, SMK Tri Sukses Gali Ilmu Komunikasi di DPP LDII April 30, 2026
  • Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan April 28, 2026
  • LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik Saat Audiensi dengan Menteri PDT April 28, 2026
  • LDII Depok Gelar Seminar Orang Tua Bekali Pemahaman Anak Berkebutuhan Khusus April 19, 2026

Komentar

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok

Tag

Ace Hasan Ardhito Bappenas BNN BNPT Chairul Baihaqi Chriswanto Santoso Covid 19 Dahnil Anzar Simanjuntak Dody Taufiq Wijaya DPD LDII Gresik Halal Bihalal Hari Santri Jawa Timur Kemenhaj Khofifah Indar Parawansa LDII LDII Bandung LDII Depok LDII Jabar LDII Jatim LDII Kaltara LDII Kediri LDII Tangsel Lemhannas LPOI Majelis Ulama Indonesia MPR RI MUI Bandung One Pesantren One Product Pengajian Akhir Tahun Ponpes Wali Barokah ppg ldii Prabowo Subianto Profesional Religius Rapat Kerja Said Aqil SAKO SPN Singgih Januratmoko singgih tri sulistiyono Supian Suri TNI UGM Wali Barokah Yudi Latif

Terkini

Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL) DPP LDII, Dicky Budiman diterima Sekretaris Kementerian Koordinator PMK, Imam Machdi. (LINES)

Kemenko PMK Apresiasi Dukungan LDII dalam Upaya One Health and Planetary Health

Mei 7, 2026
Siswa SMK Tri Sukses Depok saat mengikuti kegiatan di kantor DPP LDII. (LINES)

Kunjungan Edukatif, SMK Tri Sukses Gali Ilmu Komunikasi di DPP LDII

Mei 3, 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan Pengurus DPP LDII. (LINES)

Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan

April 28, 2026

Komentar Terbaru

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
LDII DEPOK

Website Resmi LDII Depok.
Hubungi kami untuk pertanyaan.

0857.1568.6600

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.