Depok, (30/04). Bukan sekedar mengenal organisasi, siswa SMK Tri Sukses Depok, dibawah naungan LDII Kota Depok memperdalam keterampilan komunikasi digital dan desain dalam kunjungan edukatif ke DPP LDII yang berlangsung penuh interaksi.
Menurut Kepala Sekolah SMK Tri Sukses Depok, Nurul Ulya, kunjungan pada Rabu (29/4/2026) itu, untuk memperkenalkan LDII sebagai lembaga dakwah yang juga menaungi sekolah formal maupun informal. “Tentunya kami ingin kenalkan sebagai organisasi keagamaan pengampu sekolah LDII,” ujarnya.

Selain itu juga untuk mendalami bidang ilmu yang sejalan dengan konsentrasi kejuruan di sekolah tersebut, Desain Komunikasi Visual (DKV). Para murid ia harapkan mendapat ilmu komunikasi dan desain lewat pemaparan tim LDII News Network (LINES) LINES yang merupakan kelompok kerja (Pokja) Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII.
Nurul berharap ilmu tersebut nantinya bisa diterapkan para siswa. “Kami bisa membawa pulang informasi terkait pengetahuan seputar media sosial, fotografi, videografi yang lebih expert lagi untuk siswa kami,” ujarnya.
Senada dengan Nurul, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPP LDII, Ponco Budiman mengatakan, ia mengapresiasi kehadiran para siswa dan guru yang memantau perkembangan LDII. Ia berharap para siswa yang juga termasuk generasi penerus itu bisa terus dibimbing, baik pengajaran di sekolah maupun pengetahuan eksternal terkait organisasi.


Sementara itu salah satu pemateri yang juga Wakil Koordinator LINES, Faisal Dzulfikar menyampaikan mengenai pengelolaan media sosial hingga menangani konten viral. Menurutnya, mengelola media sosial atau membuat konten, perlu proses perencanaan, eksekusi, hingga post-produksi dan evaluasi. “Konten bisa viral selama momennya pas untuk audiens, punya isu yang bisa diangkat, dan waktunya sesuai,” ujar Faisal yang akrab disapa Ijul.
Rumus konten viral, menurut Ijul, tentunya dengan konten yang menarik bagi audiens, punya keunikan dan ciri khas, serta relevan. Dengan demikian, algoritma media sosial membaca konten, yang telah dibuat serta cakupan distribusi penontonnya lebih luas.
Tidak jauh berbeda dengan pengelolaan media sosial, pemateri lain Ichsan Muhammad menyampaikan materi mengenai desain konten, yakni bagaimana desain berawal dari ide, kemudian membuat konsep desain, eksekusi, hingga mempublikasikannya.



