Cilodong (19/4) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus dilakukan melalui Seminar Orang Tua. Kegiatan tersebut bertema “Mengenal Lebih Dekat Anak Berkebutuhan Khusus: Dari Pemahaman Menuju Pendampingan” yang digelar di Masjid Baitul Faqih, Kalimulya pada Minggu (1/3).

Dalam kesempatan tersebut, Pengiat Pendidikan Psikolog Keluarga, Nana Maznah Zubir, menegaskan pentingnya pemahaman orang tua terhadap kondisi anak. “Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga orang tua perlu memahami sejak dini agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus mencakup berbagai kondisi seperti ADHD, autisme, disleksia, hingga kesulitan belajar lainnya. Menurutnya, tanda-tanda awal sering muncul dalam keseharian, namun kerap tidak disadari. “Dengan memahami tanda-tanda tersebut, orang tua dapat lebih tepat dalam menentukan pola asuh dan strategi pendampingan di rumah,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga LDII Depok, Sri Setyarini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keluarga, khususnya dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era saat ini. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal kepada orang tua agar lebih siap dalam mendampingi anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat tumbuh secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi orang tua untuk saling berbagi pengalaman. “Dengan adanya diskusi dan sharing, para orang tua bisa saling belajar dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi berbagai kondisi anak,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami kebutuhan anak serta mampu menerapkan pola pendampingan yang tepat, sehingga anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal dan mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan keluarga. (Listya/*Kim)



