Jakarta (10/04). Menteri Kebudayaan RI, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., menyampaikan materi dalam ajang Munas X LDII di Jakarta, pada Kamis siang (9/4).
Dalam paparannya bertajuk “Kebudayaan sebagai Soft Power Indonesia dalam Membangun Perdamaian Dunia”, Fadli Zon mengungkapkan temuan arkeologis penting mengenai masuknya Islam ke Nusantara yang jauh lebih awal, yakni pada abad ke-7 masehi. Ia menekankan bahwa kebudayaan, termasuk pencak silat dan tradisi pesantren, merupakan soft power yang mampu menempatkan Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia.
“Indonesia adalah bangsa Mega Diversity. Kita memiliki kekayaan budaya tak benda yang luar biasa. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi kekuatan pendorong (driving force) untuk masa depan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran organisasi keagamaan seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus membangun karakter bangsa. Ia juga menegaskan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan fondasi untuk membentuk masa depan Indonesia. “Kebudayaan adalah soft power yang mampu memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Dengan kekayaan 1.300 lebih suku dan ratusan bahasa, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat peradaban dunia,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem budaya, mulai dari perlindungan warisan budaya, pengembangan seni, hingga diplomasi budaya di tingkat global. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan budaya sebagai engine of growth sekaligus perekat persatuan bangsa. (KIM*)




