• Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Headlines

DPP LDII: Hari Pancasila Sakti Jangan Jadi Seremoni Belaka, Tapi Teladan dalam Berperilaku

admin_1 by admin_1
Oktober 6, 2026
in Headlines, Nasional
0
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan pemahaman agama yang baik dapat menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (LINES)

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan pemahaman agama yang baik dapat menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (LINES)

Jakarta (1/10). Ketua DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan, Pancasila merupakan pedoman bersama dalam menjaga keutuhan bangsa yang memiliki keragaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial.

“Hari Kesaktian Pancasila menjadi saat yang tepat untuk mengingat kembali bahwa persatuan bangsa harus terus dirawat. Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam menghormati perbedaan dan mengedepankan kepentingan bangsa,” ujar Dody di Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

Ia menilai tantangan terhadap persatuan bangsa saat ini juga berkembang mengikuti perubahan zaman. Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial dapat menjadi sarana edukasi dan mempererat hubungan antarmasyarakat, tetapi juga berpotensi memunculkan disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, dan narasi yang mempertentangkan kelompok satu dengan lainnya. Inilah yang menjadi faktor penggerus persatuan bangsa, sekaligus merembesnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Karena itu, Dody mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, meningkatkan literasi digital dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dody menegaskan, penguatan nilai Pancasila juga perlu berjalan beriringan dengan kehidupan beragama yang moderat. Menurutnya, pemahaman agama yang baik dapat menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Agama dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat menjadi landasan moral dan kebangsaan untuk membangun masyarakat yang damai, saling menghormati, serta bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Senada dengan Dody, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, makna “Kesaktian Pancasila” sebaiknya diterjemahkan bukan sebagai slogan atau ritual tahunan, melainkan sebagai daya hidup nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perubahan zaman.

“Pendidikan Pancasila perlu disampaikan melalui dialog, keteladanan, konten digital kreatif, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial bukan sekadar hafalan. Sehingga Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral untuk menjaga persatuan, kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial ditengah globalisasi,” papar Singgih yang juga Ketua DPP LDII dan Ketua DPW LDII Jawa Tengah itu.

Ia menegaskan “Kesaktian Pancasila” sesungguhnya terletak pada kemampuannya untuk terus diyakini, diamalkan, dan menjawab persoalan nyata bangsa, “Bagi generasi muda, Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, yaitu dengan menghormati perbedaan, menolak kekerasan dan intoleransi, menyaring informasi secara kritis, bergotong royong, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Peran Ormas dalam Memperkuat Pancasila
Ia juga menyoroti peran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sangat krusial, karena beririsan dengan kehidupan umat. Mulai dari keluarga, majelis taklim, masjid, lembaga pendidikan, hingga ruang digital. “Sejarah menunjukkan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan dan menolak ideologi yang bertentangan dengan konsensus nasional,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan ideologi transnasional perlu diwaspadai ketika membawa sikap eksklusif, menolak kebhinekaan, dan menganggap kelompok lain sebagai musuh, serta mempertentangkan agama dengan Pancasila dan NKRI. “Karena itu, generasi muda harus diberi pemahaman bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Justru Pancasila menjadi titik temu yang memungkinkan umat Islam menjalankan ajaran agama sekaligus hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa, LDII dan ormas islam lainnya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan agama yang moderat, wawasan kebangsaan, literasi digital, serta ruang dialog yang sehat bagi generasi muda. “Mereka harus dibimbing agar mampu mengenali propaganda, manipulasi agama, ujaran kebencian, dan narasi yang inginmemecah belah bangsa. Dengan demikian, ormas Islam bukan sekadar,” tegasnya.

Singgih menjelaskan, LDII menjalankan dakwah kultural dengan menanamkan sikap saling menghormati, moderasi beragama, dan semangat gotong royong melalui pengajian, pendidikan generasi muda, dialog lintas kelompok, serta kegiatan sosial bersama masyarakat. “Para mubaligh juga diarahkan agar menyampaikan dakwah yang menyejukkan, tidak provokatif, dan tidak mudah menghakimi perbedaan,” ungkapnya.

Sedangkan secara struktural, LDII terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, MUI, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan aparat setempat melalui forum kerukunan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta pencegahan radikalisme dan disinformasi. “Di akar rumput, warga didorong aktif dalam kegiatan lingkungan tanpa membedakan organisasi, suku, maupun pilihan politik. Bagi LDII, kerukunan tidak cukup diserukan, tetapi harus diwujudkan dalam perjumpaan dan kerja bersama,” jelasnya.

Ia menyebut, polarisasi dapat diredam apabila masyarakat memiliki ruang dialog, terbiasa memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, dan mengutamakan persaudaraan kebangsaan. Karena itu, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan ukhuwah baik Islamiyah, wathaniyah, maupun basyariyah harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (KIM*)

Tags: Dody Taufiq WijayaLDII
Previous Post

LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital

Next Post

LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan

Next Post
Ketua DPP LDII Prof Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, HUT TNI menjadi pengingat atas rekam jejak sejarah kemanunggalan TNI bersama rakyat. (LINES)

LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan Oktober 6, 2026
  • DPP LDII: Hari Pancasila Sakti Jangan Jadi Seremoni Belaka, Tapi Teladan dalam Berperilaku Oktober 1, 2026
  • LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital September 30, 2026
  • LDII Depok Ikuti Webinar Hisab-Rukyat, Perkuat Kompetensi Perukyat September 29, 2026
  • LDII Hadiri IGIC 2026 Dukung Konsep Menag Terkait Diplomasi Agama untuk Perdamaian Dunia September 28, 2026

Komentar

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok

Tag

Ace Hasan Ardhito Bappenas BNN BNPT Chairul Baihaqi Chriswanto Santoso Covid 19 Dahnil Anzar Simanjuntak Dody Taufiq Wijaya DPD LDII Gresik Halal Bihalal Hari Santri Jawa Timur Kemenhaj Khofifah Indar Parawansa LDII LDII Bandung LDII Depok LDII Jabar LDII Jatim LDII Kaltara LDII Kediri LDII Tangsel Lemhannas LPOI Majelis Ulama Indonesia MPR RI MUI Bandung One Pesantren One Product Pengajian Akhir Tahun Ponpes Wali Barokah ppg ldii Prabowo Subianto Profesional Religius Rapat Kerja Said Aqil SAKO SPN Singgih Januratmoko singgih tri sulistiyono Supian Suri TNI UGM Wali Barokah Yudi Latif

Terkini

Ketua DPP LDII Prof Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, HUT TNI menjadi pengingat atas rekam jejak sejarah kemanunggalan TNI bersama rakyat. (LINES)

LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan

Oktober 6, 2026
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan pemahaman agama yang baik dapat menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (LINES)

DPP LDII: Hari Pancasila Sakti Jangan Jadi Seremoni Belaka, Tapi Teladan dalam Berperilaku

Oktober 6, 2026
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya dan Korbid Hubungan Antar Lembaga Singgih Tri Sulistiyono mengingatkan bahwa ancaman terhadap ideologi negara kini telah bertransformasi. (LINES)

LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital

Oktober 6, 2026

Komentar Terbaru

  • Hermansyah pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • lathifudin pada Bukti Toleransi Umat Beragama, Tiga Dekade LDII Depok Salat Idulfitri di Lapangan Depan Gereja
  • Hagrafstamp Depok pada LDII Beji Bagikan Takjil untuk Pengendara di Kukusan
  • Anto pada Asrama Pelajar 2025, Wadah Pembinaan Karakter Generasi Penerus LDII Kota Depok
LDII DEPOK

Website Resmi LDII Depok.
Hubungi kami untuk pertanyaan.

0857.1568.6600

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah, Visi, Misi
  • Rubrik
    • Warta Depok
    • Organisasi
    • Dakwah
    • Lintas Daerah
    • Opini
  • Susunan Pengurus
  • Kontak
  • Pimpinan Cabang
    • PC CINERE
    • PC BEJI
    • PC CIMANGGIS
    • PC CILODONG
    • PC CIPAYUNG
    • PC LIMO
    • PC PANCORAN MAS
    • PC SUKMAJAYA

© 2021 - Managed by LDII DEPOK.